My Blog List

Monday, October 31, 2016

DIY : BUAT PEMBATAS BUKU SENDIRI YUK!


Terkadang, tak semua buku memberikan pembatas secara percuma. Karena sayang banget harus melipat buku untuk menandai sampai mana buku sudah terbaca, sebagai pembaca pun kita memerlukan pembatas. Sering kali, kertas-kertas, uang, struk atm, kartu atm, atau apapun dijadikan “korban” untuk membatasi halaman. Nah, daripada kesusahan, mending kita buat sendiri aja yuk dari bahan-bahan yang mudah didapat!

Bahan-bahan :

1. Gunting
2. Kertas tebal (concour atau concorde)
3. Double tip
4. Lem kertas
5. Paperclip
6. Map bekas

Cara membuat :

1. Cari gambar di mesin pencari (google, bing) lalu print gambar tersebut di kertas tebal, saya menggunakan kertas concorde berwarna putih 90 gram.
2. Lalu, gunting sesuai gambar.
3. Tempel gambar tersebut di map bekas (agar makin tebal) menggunakan lem kertas lalu gunting kembali sesuai ukuran gambar.
4. Tempel paperclip dan selipkan double tip (lihat gambar)


5. Selesai! Pembatas buku langsung dapat digunakan.


Mungkin ini sangat sederhana dan masih dalam tahap awal tetapi hasilnya sangat bermanfaat! Selamat mencoba \m/

Sunday, October 30, 2016

RESENSI MATAHARI – ARTI PERSAHABATAN DARI SEBUAH PETUALANGAN

MATAHARI - INSTAGRAM @VANDEOSAR

Judul          : Matahari
Penulis       : Tere Liye
Penerbit     : Gramedia
Halaman    : 400
Cetakan     : Kelima, Agustus 2016
ISBN          : 978-602-03-3211-6


Namanya Ali, 15 tahun, kelas sepuluh. Jika saja orangtuanya mengizinkan, seharusnya dia sudah duduk di tingkat akhir ilmu fisika program doktor di universitas ternama. Ali tidak menyukai sekolahnya, guru-gurunya, teman-teman sekelasnya. Semua membosankan baginya.

Tapi sejak dia mengetahui ada yang aneh pada diriku dan Seli, teman sekelasnya, hidupnya yang membosankan berubah seru. Aku bisa menghilang, dan Seli bisa mengeluarkan petir.
Ali sendiri punya rahasia kecil. Dia bisa berubah menjadi beruang raksasa. Kami bertiga kemudian bertualang ke tempat-tempat menakjubkan.

Namanya Ali. Dia tahu sejak dulu dunia ini tidak sesederhana yang dilihat orang. Dan di atas segalanya, dia akhirnya tahu persahabatan adalah hal yang paling utama.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

6 bulan setelah “liburan” mereka di klan matahari, Raib, Ali dan Seli mendapat perintah untuk menjalani hidup “normal” di klan bumi, namun bukanlah mereka jika hanya berdiam saja. Raib dan Seli terus berlatih kekuatan mereka, berbeda dengan Seli yang bebas berlatih di rumah, karena ibunya pun bukan berasal dari klan bumi, Raib harus sembunyi-sembunyi. Sedangkan Ali, well Ali adalah Ali, melakukan beberapa eksperimen ajaib di rumahnya yang bak istana, dibekali “oleh-oleh” sebuah tabung perak kecil dari Av yang berisi berbagai macam pengetahuan dari klan-klan termasuk klan bintang yang dipercaya tidak ada.

Suatu malam dalam pertandingan final basket sekolah, Ali “diculik” oleh sebuah tabung, Raib dan Seli bergegas untuk menolong Ali yang ternyata Ali menculik dirinya sendiri dengan tabung buatan dan menamakannya ILY, untuk mengenang teman mereka yang tewas saat berperang (dijelaskan di buku Bulan).

“kenapa kamu memberinya nama ILY?”

“Satu, untuk mengenangnya. Dua, kapsul perak ini dibuat agar sama bisa diandalkannya seperti Ily, teman yang setia. Kapsul perak ini juga petarung yang hebat, bisa membela kita dari posisi sulit, seperti yang dilakukan Ily. Tetapi, hanya satu yang tidak dimilikinya seperti Ily....”

(Hal 65)

Yakin akan ada keberadaan klan bintang dan desakan yang tidak berhasil dari Ali untuk membujuk Raib menggunakan buku kehidupan, Ali membuat sebuah tabung perak yang dapat melindungi mereka dari berbagai macam serangan, dapat terbang dan tidak terlihat, memasang teknologi yang sangat maju dan dapat membawa perbekalan yang cukup untuk mereka bertiga. Kemudian, Ali mendesak Raib dan Seli untuk berpetualang ke klan bintang, melewati lorong-lorong dibawah permukaan bumi, jauh sekali di bawah permukaan bumi.

Semua persiapan sudah lengkap, hanya saja tinggal Raib yang belum meminta izin kepada orang tuanya, akhirnya dengan keberanian dan desakan yang datang terus-menerus dari Ali, Raib berani mengakui bahwa dia punya kekuatan menghilang dan akan berangkat ke klan bintang, diluar dugaan, orang tuanya menyetujui dan sudah tahu tentang kekuatan Raib. Akhirnya mereka bertiga berangkat, dan tentu saja petualangan mendebarkan menunggu di depan mereka.

Tidak ada Av atau Miss Selena kali ini, mereka bertemu dengan beberapa orang baru seperti Faar yang setua Av, Kaar dan Meer. Kemajuan teknologi klan bintang sungguh memukau, bayangkan saja pakaian mereka yang seperti kulit dan dapat menyesuaikan dengan kondisi apapun, tabung perak Ali yang sudah canggih pun kalah canggih dan keindahan Kota Zaramaraz yang membuat mereka takjub (saya juga takjub) dan matahari buatan atau kontrol dewan kota untuk menghadirkan hujan serta buku-buku tak kasat mata atau makanannya yang berupa bubur tetapi dapat disesuaikan rasanya melalui pikiran dari pemakannya.

Sejujurnya saya tak cocok dengan drama, karena kebanyakan Tere Liye menghadirkan buku-buku drama, hingga suatu saat teman saya menawarkan kisah baru ini. Bumi, Bulan dan Matahari membuat saya terpukau. Bagaimana mungkin penulis lokal dapat menulis sesuatu seperti buku-buku best seller International? Itulah Tere Liye, kejutannya sungguh luar biasa. Desain sampul Matahari terkesan menggambarkan keberanian petualang dengan merah menyala dan ditambah dengan 2 ular raksasa serta sebuah kapsul dan seekor kelelawar. Dengan 400 halaman dan bahasa mudah yang digunakan serta tokoh “Aku” dari sudut pandang Raib, membuat saya tidak kesulitan membacanya dan dapat berimajinasi dengan bebas, hanya saja ada beberapa kesalahan penulisan seperti Ily menjadi Ilo. Jika belum membaca 2 kisah sebelumnya, Matahari memang sedikit sulit dimengerti.

Hal-hal penting yang saya dapat dari buku matahari ini adalah persahabatan di atas segalanya, Ali yang egois (dulu) kini berubah menjadi seorang anak yang lebih mementingkan teman-temannya. Kejujuran pun paling utama, jika dulu Raib harus berbohong, kini dia berani jujur. Ketiga, ketamakan akan kekuasaan pun digambarkan secara jelas oleh Tere Liye. Buku ini memang menggambarkan ketiga anak sekolah, namun pembaca yang sudah dewasapun tetap dapat menikmati setiap katanya. Saya tak tahu bagaimana Tere Liye mendapat ide secemerlang ini, namun halaman demi halaman membuat saya terus takjub dan mondar-mandir membalik halaman. Banyak ilmu yang dapat diambil dari buku ini, dijelaskan panjang lebar oleh Ali dan saya sangat menikmati setiap prosesnya.


Overall, buku kali ini lebih baik dari kedua pendahulunya, karena banyak mengungkap misteri-misteri yang belum terungkap. Tak kalah dengan penulis Internasional, Tere Liye berhasil membuat Indonesia bangga dan menunjukan kalau Indonesiapun punya “trio” yang patut dipertimbangkan. Saya berharap novel ini dibuat ke layar lebar dan bisa maju ke ranah Internasional.

Friday, October 28, 2016

DOCTOR STRANGE – SAJIAN MISTIS DARI MARVEL


Berbeda dengan teman-temannya para Avengers yang suka “merusak” dan “mengamuk” di kota-kota besar, kali ini Marvel menampilkan pahlawannya yang bisa “menghancurkan” kota namun di dunia kebalikannya, sehingga tidak mempengaruhi dunia nyata, dialah sang Doctor, Stephen Vincent Strange.

Stephen Strange (Benedict Cumberbatch) adalah seorang alih bedah yang nyentrik, egois dan terkenal. Semuanya hancur ketika dia mengalami kecelakaan dan membuat syaraf motorik pada kedua tangannya tidak berfungsi. Putus asa akan pengobatan di Barat, Strange pergi ke Timur dengan sisa-sisa uang yang dimiliki untuk belajar di Kamar-Taj. Awalnya, karena logika yang dimiliki, Strange menolak pembelajaran dari The Ancient One (Tilda Swinton) sampai ketika jiwanya dikeluarkan dari tubuhnya dan Strange “dibawa” berkeliling di dunia “lain”.

Tekad kuat untuk sembuh mengubah Strange menjadi pribadi yang lebih baik dan akhirnya menyadarkan dirinya bahwa perkataan Christine Palmer (Rachel McAdams), kekasihnya terbukti benar. Bahwa kehilangan kemampuan menggerakkan tangan bukan berarti tidak bisa membantu orang lain. Di sisi lain, Kaecilius (Mads Mikkelsen) mempelajari untuk membawa Dormammu ke dunia agar tidak ada lagi waktu, jadi tidak ada tua atau muda dengan cara mencuri halaman dari buku penyihir kuno. Dibantu oleh Wong (Benedict Wong) dan Mordo (Chiwetel Ejiofor), Strange berlatih dan bertarung untuk melawan Dormammu dan Kaecilius.


Inilah sajian unik yang ditampilkan oleh Marvel Cinematic Universe kali ini, perkenalan seorang doctor yang dapat membuka portal dan melakukan sihir menjadi angin segar. Penampilan Benedict Cumberbatch sangat memuaskan. Walau ada beberapa kontra karena seharusnya The Ancient One versi asli adalah lelaki, Marvel tetap percaya diri dan sekali lagi dibuktikan oleh Tilda Swinton dengan apik. Visual effect  yang digunakan sungguh menakjubkan dan lebih bagus jika diperlihatkan dalam imax. Dari segi cerita memang belum terlalu kompleks karena film ini masih menyajikan perkenalan awal sang doctor, namun lagi-lagi berakhir dengan sangat baik. Komedi yang ditampilkan juga banyak mengundang tawa.

Seperti film Marvel kebanyakan, Dr. Strange menampilkan 2 credit scene, berada di tengah dan di akhir, jadi jangan bangkit dulu, tunggulah sampai benar-benar habis karena menampilkan akan berada dimana Dr. Strange selanjutnya. Dan yang pasti selalu ada, Stan Lee. Bapak Marvel satu ini pun tak ingin ketinggalan untuk eksis di dunia sihir. Overall, Dr. Strange menjadi film unik yang masuk dalam 5 besar film Marvel terbaik (menurut saya, haha). Walau dapat rating 17+, saya tak melihat adanya adegan seksual, walau di awal mungkin ada sedikit kekerasan. So, jangan lupa untuk menyaksikan sajian MCU kali ini, pasti bakalan puas.

Rating 8.5/10



Thursday, October 20, 2016

15 Daftar Film yang Wajib Kamu Tonton di Tahun 2016 - #MenurutLoh


Film-film dan film, menurut kalian film itu bagaimana? Kalau menurut gue sih film itu kesenangan. Entah kenapa tapi setiap nonton film gue selalu senang dan seakan jiwa gue ada disana *ini lebay* hahaha. Jadi, setelah disuguhkan berbagai blockbuster keren di 2015. Trivia menyuguhkan artikel tentang 15 daftar film yang wajib di-tonton di tahun 2016! Dan gue akan sedikit menanggapi karena kebetulan udah nonton semua filmnya, ya tentu saja Star Wars belum aahha. Tanpa banyak basa-basi, here’s the list :

1.      The Revenant

Peraih Oscar, Leonardo Dicaprio menjelaskan disini bahwa keluarga diatas segala-galanya, walau film menceritakan tentang misi balas dendam setelah dikhianati oleh sahabatnya sendiri. Film ini berdurasi lumayan lama dan menurut gue awal film ini membosankan tetapi perjuangan sang tokoh utama justru menarik perhatian penonton untuk ikut merasakan dinginnya salju, sakit hati yang dirasakan dan kengerian yang ditimbulkan.
Rate : 8.5/10

2.      Kung fu Panda 3

Kali ini Po hadir kembali, tapi bukan 1 Panda yang ditampilkan oleh sutradara disini, melainkan kawanan Panda yang gemuk-gemuk dan menggemaskan! Petualangan Po dan sang ayah justru menghasilkan ikatan yang kuat tetapi tetap konyol dan menghibur. Cocok untuk keluarga.
Rate : 7.5/10

3.      The Divergent Series : Allegiant
Secara pribadi, film ini adalah adaptasi yang gagal dari novel. Karena gue baca novelnya juga dan novelnya mengangkat tema yang keren walaupun sebenarnya agak mainstream juga sih, tapi pertarungan dan segi cerita disuguhkan menarik oleh Veronica Roth (re : penulis), sayangnya sutradara gagal menghidupkan karakter Tris dan Tobias.
Rete : 6/10

4.      Deadpool
Mengisahkan anti-hero yang nyeleneh dari Marvel, Deadpool berhasil membawa angin segar untuk dunia mutan. Alih-alih menyuguhkan unsur keren, Deadpool justru terkesan main-main dan seperti “tidak serius” sama sekali. Dan disitulah kelebihan yang ditampilkan, kisah romantis, pasangan Wade-Vanessa, pencarian jati diri, balas dendam sampai hubungan pertemanan dengan 2 orang anggota X-Men berhasil memukau  penonton dan memberi kesan yang dalam sesudahnya.
Rate : 8.3/10

5.      Captain America : Civil War
Satu hal yang bikin kecewa adalah adegan Ray Sahetapi yang tidak ditampilkan oleh Russo bersaudara, selebihnya film ini berhasil membuktikan walaupun diisi jajaran pemain dan terasa sesak, justru semua tampil dalam porsi yang pas. Review selengkapnya ada di : http://freakymovies-books.blogspot.co.id/2016/05/review-captain-america-civil-war.html.
Rate : 8.5/10

6.      Batman V Superman : Dawn Of Justice
Vigilante dari Gotham dan Dewa dari Metropolis terlibat perkelahian dan ketika mereka sedang sibuk berkelahi, sang villain kuat Lex Luthor merencanakan sesuatu dibalik mereka. so far, film ini cukup baik dan tentu saja penampilan dari Gal Gadot sebagai Wonder Women sangat mencuri perhatian. Review pernah gue tulis disini : http://freakymovies-books.blogspot.co.id/2016/04/batman-v-superman-god-versus-man-day.html.
Rate : 8.5/10

7.      X–Men : Apocalypse
Yang ditunggu akhirnya keluar, Mei kemarin penonton ditampilkan oleh perjuangan para mutan melawan musuh dan diyakini sebagai mutan pertama En Sabah Nur. Dibintangi oleh ketiga actor sebelumnya, X-Men tampil megah namun sayang mudah dilupakan. Review lengkap di : http://freakymovies-books.blogspot.co.id/2016/07/x-men-apocalypse-kemegahan-yang.html.
Rate : 7.8/10


8.      The Secret Life of Pets
Pernah berpikir apa yang dilakukan oleh hewan peliharaan saat kita tidak ada di rumah? Apakah mereka hanya tidur dan makan sesuai jadwal? Film ini menyuguhkan petualangan hewan yang bersaing mendapat perhatian dari majikan, namun harus bekerja sama untuk mengalahkan Snowball. Dari segi cerita, teringat ya akan kisah Garfield, si kucing gendut pemalas.
Rate : 7.5/10


9.      Finding Dory
Bercerita tentang ikan pelupa untuk menemukan keluarganya, Finding Dory memang lucu, seru, tapi menurut gue, kurang amazing dari Finding Nemo. Kasih sayang, perhatian, ikatan antara orang tua dan anak, film ini sangat baik untuk ditonton bersama keluarga.
Rate : 7.8/10


10.  Now You See Me 2
Sajian dalam film ini tetap menarik jika belum menonton film pertamanya. Karena, yang ditampilkan seakan-akan hanya melakukan tipuan trik yang sama hanya saja dilakukan dalam skala lebih besar. The Eye yang tetap menjadi misteri, mengindikasikan akan adanya NYSM yang ketiga.
Rate : 7.5/10


11.  Alice Through The Glass
Penampilan para artis pendukungnya yang memerankan secara baiklah yang membuat film ini menjadi semakin baik lagi. Segi cerita mungkin terkesan lemah, tetapi film ini telah belajar dari film terdahulu.
Rate : 7.8/10


12.  Independence Day : Resurgence
Sungguh, jika ada film selama 2016 yang gue tonton dan membuat kecewa setelah Allegiant, mungkin film ini pilihannya. Segi cerita yang lemah dan terkesan buru-buru seakan mencoreng film pertamanya.
Rate : 6.5 /10


13.  Bourne 5
Nah! It’s really good to be back Mr. Damon! Seakan tak pernah tua, itulah yang terlihat dari film ini. Walau tak menonton 4 seri sebelumnya, kalian pasti tetap nyambung dan aksi kejar-kejaran, tembak-tembakan, bom dimana-mana, membuat film ini semakin menakjubkan.
Rate : 8.5/10


14.  Star Trek Beyond
Jujur saja, gue bukan fans dari star trek, tapi cukup tau beberapa film belakangan dan petualangan dari star trek, walau sudah berdiri selama puluhan tahun serial ini tetap menjadi suguhan yang menarik. Untuk para fans di luar sana pasti senang banget mengingat bagusnya film terdahulu (Star Trek Into Darkness).
Rate : 8/10


15.  Star Wars : Rogue One
Kalau saga yang ini, memang mempunyai fans yang luar biasa, euforia dari Star Wars : The Force Awakens yang mendapat sambutan hangat, pihak Lucasfilm justru seakan tak ingin berhenti untuk membuat kita bertualang di langit dan mengalahkan para musuh, yang salah satunya paling menakutkan yaitu Darth Vader.

So, menurut gue sih artikel dari Trivia : http://trivia.id/post/15-daftar-film-yang-wajib-kamu-tonton-di-2016, sangat menarik Cuma kurang banyak haha. Karena masih ada Jack Reacher, Fantastic Beasts and Where to Find Them, Dr. Strange, Deepwater Horizon dan sederet film yang megisi 2016 menjadi lebih berwarna lagi! Hahaha.
 

Thursday, October 13, 2016

ALIVE - 16 orang, 72 hari di Neraka Salju

Pertama kali dikenalkan buku ini oleh Mas Wahyu di Taman Bacaan Pagilang yang berada di Kayumanis (dekat rumah), dengan menggebu-gebu dia bercerita sebuah buku tentang kehidupan yang sebelumnya pernah di film-kan oleh Hollywood dan diperankan oleh karakter kawakan, Ethan Hawke. Buku ini berjudul Alive, berkisah tentang perjuangan segelintir orang yang selamat dari insiden jatuhnya pesawat Uruguayan Air Force Flight 571. Buku ini berdasarkan kisah nyata dari sekelompok pemain rugby yang berjuang melawan dinginnya salju dan sedikitnya makanan ketika pesawat yang mereka tumpangi jatuh di Pegunungan Andes pada tanggal 12 Oktober 1972.

Kisah bermula dari sekelompok pemain rugby yang bertubuh besar-besar dan berumur 20 tahun-an ingin mengadakan kembali pertandingan di Peru. Mereka menyewa pesawat Fairchild dan berangkat dengan 45 orang. Keberangkatan mereka terpaksa berhenti di Argentina karena cuaca buruk dan berangkat kembali esok harinya, melaju ke Pegunungan Andes namun naas, pesawat tersebut hancur dan terpisah menjadi 2 bagian. 16 orang langsung meninggal, 1 kemudian menghilang karena mencoba menyelamatkan diri dan tersisa 28 orang yang selamat namun diantaranya mendapati luka yang cukup parah.

Makanan yang tersisa hanya berupa cemilan dan coklat-coklat, anggur dan beberapa bungkus rokok. Pakaian pun hanya yang mereka kenakan, karena koper-koper mereka berada di ekor pesawat dan jatuh jauh dari tempat mereka berada. Mereka yang selamat cukup optimis kalau mereka akan tertolong karena mereka melihat dan mendengar pesawat di atas mereka, namun pesawat-pesawat tersebut hanya melintas dan tak melihat mereka.

Perjuangan dimulai, dengan salju yang terus turun dan menghujani mereka, luka yang tak sembuh-sembuh, persediaan makanan habis, mereka harus berjuang bertahan sampai tim penyelamat datang. Lalu, seseorang diantara mereka, Roberto Canessa, seorang mahasiswa kedokteran tingkat 2, mengambil inisiatif untuk mencari makanan lain agar mereka bertahan dan gagasan tersebut adalah memakan daging teman mereka sendiri. Dengan bongkahan pesawat untuk dijadikan pisau, mereka memotong sedikit demi sedikit daging yang ada dan membekukannya di tumpukan salju, jika matahari terlihat, mereka mengeringkan daging tersebut di atas pesawat. Awalnya, mereka pun tidak mau dan akhirnya mengalah oleh rasa lapar.

Tak mau menyerah oleh keadaan, mereka membentuk tim ekspedisi untuk mencari bantuan, tim pertama gagal, barulah tim kedua berhasil mencapai bangkai ekor pesawat dan mereka menemukan koper-koper, makanan, serta radio. Bagai menemukan harta karun, begitu pikir mereka saat itu. Namun, sayangnya bencana tak henti-hentinya datang dan longsor salju menewaskan 8 orang dari mereka yang selamat. Satu persatu dari mereka pun meninggal sampai tersisa 16 orang. Ekspedisi ketiga, mereka mengirim 3 orang untuk berjalan lebih jauh lagi, namun yang satu dikirim kembali karena bekal daging manusia yang dibawa ternyata tak cukup untuk 3 orang. Nanda dan Roberto akhirnya berhasil menemukan sapi di pinggir sungai dan ditolong oleh pengembala. Akhirnya, selama 72 hari bertahan mereka dapat makanan yang layak. Dipandu oleh Nando, kepolisian Peru berhasil menyelamatkan 14 orang lainnya. Dengan kondisi mengerikan dan kritis, mereka langsung dilarikan ke Rumah Sakit, sebagian dari mereka bercerita bahwa mereka memakan daging temannya sendiri untuk bertahan hidup. Keluarga dari para korban tentu saja ada yang menerima namun ada juga yang tetap tidak ikhlas mendengar berita tersebut.

Buku ini menurut saya banyak mengajarkan pelajaran hidup, ketika mereka berada dalam titik lemah dan berjuang untuk tidak mati, mereka tetap berdoa kepada Tuhannya dan menyebut doa tersebut sebagai doa Rosario. Tidak menyerah pada keadaan, justru mereka tetap merasa beruntung karena banyak lainnya yang lebih menderita dibanding mereka. Piers Paul Read menggambarkan kisah ini begitu baik sehingga pembaca pun ikut merasa kengerian dan kesedihan yang mereka alami. Emosi akan pro dan kontra ketika mereka memakan daging temannya sendiri pun ikut saya rasakan, sekaligus penggambarannya membuat saya ingin muntah. So, this Is a good book, pokoknya baca sendiri biar kerasa mencekamnya perjuangan mereka.

Tanggal Terbit
 :
 April 2007
Bahasa
 :
 Indonesia
Penerbit
 :
Halaman
 :
 390
Penulis
 :
 Piers Paul Read


Saturday, August 27, 2016

HARRY POTTER AND THE CURSED CHILD





Hogwarts will always be there to welcome you home, mungkin kalimat ini tepat menggambarkan betapa bahagianya perasaan para Potterphile di dunia akan datangnya Harry Potter ke-8 atau Harry Potter and The Cursed Child. Buku yang membutuhkan PO, kegalauan dan penantian panjang akhirnya datang di tangan di minggu pertama agustus. Sampai rumah langsung baca, tapi bacanya pelan-pelan karena gak mau cepat selesai, kalau terlalu cepat nanti rindu lagi hehehe.

JK. Rowling mentepati janji saat premiere Harry Potter ke-7 untuk menulis satu buku terakhir. Harry Potter kali ini sungguh spesial karena bukan cerita seperti buku kebanyakan, buku ini tepatnya adalah script theater yang dibuku-kan, jadi isinya dialog yang berisi percakapan dengan gambaran  screenplay dan dibagi menjadi 2 part. Akhirnya, lewat buku ini kita jadi tahu bagaimana script theater atau film dan buku ini masih berbahasa Inggris, kabarnya Gramedia  segera menerjemahkan dan akan di diterbitkan tahun depan.


Buku setebal 343 halaman ini disajikan dengan cover hitam dan sampul bergambar seorang anak yang diselubungi kegelapan. Menceritakan 19 tahun kemudian dari kejadian terakhir perang melawan Lord Voldemort. Memfokuskan Harry dan Ginny yang mempunyai 3 anak, James Sirius, Albus Severus dan Lily Luna serta keluarga Ron, Hermione dengan kedua anaknya Rose dan Hugo. Lalu tak kelupaan Draco Malfoy beserta isterinya, Astoria dan seorang anak Scorpius yang sangat jauh bedanya dengan sifat Malfoy pada umumnya.

Seperti kalimat terakhir “all was well” memang semua terlihat baik-baik saja pada awalnya, sampai akhirnya tiba anak tengah Harry, Albus untuk memasuki hari pertamanya di Hogwarts, khawatir akan dirinya yang akan masuk Slytherin karena namanya diambil dari salah satu guru yang pernah di Slytherin, Severus Snape, Harry meyakinkan bahwa topi pemilihan akan menentukan sesuai hati, seperti Harry dulu saat tahun pertamanya. Namun, takdir berkata lain, Albus masuk ke asrama Slytherin dan malah berteman baik dengan Scorpius Malfoy.


Hari-hari dijalani oleh Albus, tetapi karena dia seorang anak Potter, banyak harapan yang diharapkan oleh professor kepadanya di sekolah. Sayangnya, walau membawa nama Potter, Albus jauh dari harapan, dia bahkan tak bisa menaiki sapu terbang, tak pandai di sekolah dan terlalu kelam. Dengan semakin akrabnya Albus dan Scorpius, Rose tidak mau berteman dengan Albus lagi dikarenakan semua orang menduga bahwa Scorpius adalah anak Voldemort dan bukan anak Malfoy dan ini  membuat Astoria stres, sakit-sakitan lalu meninggal, Draco yang terlihat ceria kembali menjadi kelam karena kematian isterinya dan semakin membuatnya jauh dari Scorpius.

Kembali ke trio, Ron kini menjalankan toko mainan Fred dan George, Hermione menjadi menteri sihir serta Harry menjadi Kepala Departemen Pelaksanaan Hukum Sihir. Konflik permasalahan dimulai karena pemutar waktu yang dulu pernah dipakai Hermione saat di tahun ketiganya agar dapat mengikuti semua pelajaran di sekolah ternyata belum dihancurkan dan diketahui oleh publik. Amos Diggory, ayah dari Cedric Diggory mendatangi Harry di tengah malam untuk meminta Harry menggunakan pemutar waktu dan kembali menyelamatkan Cedric dari serangan Voldemort pada malam ujian terakhir Triwizard. Mendengar ayahnya tak dapat mengabulkan permintaan Amos, Albus menganggap ayahnya seorang yang jahat dan tidak berkemanusiaan. Hubungan Harry dan anak tengahnya itu semakin tidak baik. Bahkan, saat Harry memberikannya jaket yang paling berarti, satu-satunya peninggalan dari Ibunya sewaktu bayi, ditolak mentah-mentah oleh Albus karena menurutnya itu hadiah yang tidak berguna dan merasa Harry pilih kasih karena kakanya, James mendapatkan jubah gaib dan Lily mendapatkan sayap yang berguna dan  Harry tak sengaja berbicara bahwa dia berharap Albus bukan anaknya.


Kembali ke Hogwarts dengan kemarahan, Albus berencana kabur dari kereta dan pergi untuk mengunjungi Amos bersama Scorpius dan membantunya mencuri pemutar waktu untuk kembali ke masa lalu dan menyelamatkan Cedric. Dibantu oleh Delphi yang mengaku sebagai suster serta keponakan dari Amos, mereka berhasil mencuri pemutar waktu dari kantor Hermione dengan ramuan Polyjuice. Berangkat dengan tekad kuat, Albus dan Scorpius pergi ke malam Cedric dibunuh, namun tentu saja semua tak berjalan lancar dan malah membuat mereka mengacaukan waktu. Mereka terus memutar waktu saat kejadian tak terkendali dan semua semakin tak kacau saat Scorpius terdampar sendirian di danau, ketika tubuhnya diangkat dari danau, ternyata zaman  semakin parah karena Voldemort masih hidup dan berkuasa, bahkan Harry mati di hutan terlarang saat peperangan, Dolores menjadi kepala sekolah, Snape hidup dan Scorpius dipuja-puja oleh seluruh sekolah. Scorpius dibantu oleh Snape, Hermione dan Ron (yang saat itu hidup dan dalam pelarian), untuk memutar waktu kembali. Awalnya Snape tidak percaya sampai akhirnya Scorpius mengatakan satu rahasia yang tidak diketahui siapapun yaitu Snape yang mencintai Lily, Ibu Harry. Saat bertemu kembali dengan Albus, mereka berdua memutuskan untuk menyudahi semuanya dan tidak akan pernah menggunakan pemutar waktu lagi, ternyata pemutar waktu hilang dan jatuh ke tangan yang salah.

Konflik terus berlanjut, namun semakin membaca, jujur aja malah semakin rindu. JK. Rowling, bersama Jack Thorne dan John Tiffany berhasil mengaduk-aduk emosi para penggemar. Menceritakan anak-anak Hogwarts, Neville yang sekarang menjadi Professor Herbologi, kebijaksanaan Ginny sebagai seorang ibu, kekuatan sahabat antara trio dan Draco yang berbeda 100% dari sebelumnya. JK. Rowling dkk tetap menguatkan unsur persahabatan dan ini diperlihatkan oleh hubungan antara Albus dan Scorpius. Fakta-fakta yang masih tersembunyi banyak dijelaskan di buku ini seperti contohnya kalau Madam Trolli di kereta ternyata sudah hidup ratusan tahun.

Buku ini memuaskan secara hati dan mengempiskan dompet :p but so far, untuk para penggemar, seri terakhir ini sangat cocok dibaca karena reading Harry Potter and The Cursed Child feel like meeting an old friend or like coming home after a looooooooong journey. So once again, JK. Rowling taught us that the darkness comes from ourselves and the most danger in this life is loneliness. So, don’t ever lose of love and trust, because that is the only thing will help us :)

JUDUL       : HARRY POTTER AND THE CURSED CHILD
PENULIS     : JK. Rowling, John Tiffany and Jack Thorne
PENERBIT    : Little, Brown
HALAMAN     : 343 Halaman
PERESUME    : Vanda Deosar


Friday, July 29, 2016

REVIEW ME BEFORE YOU - SEBELUM MENGENALMU


Banyaknya review positif, pro-kontra film serta hashtag #liveboldly di twitter yang bertebaran membuat gue memutuskan untuk mencari tahu apa itu Me Before You dan siapa itu Jojo Moyes. Ternyata, ini adalah film yang diadaptasi dari novel best seller dan filmnya diperankan oleh Sam Claflin dan Emilia Clarke, 2 pemain favoriiiit banget hehe

Buku ini cukup tebal karena terdiri dari 656 halaman dan tulisannya yang kecil-kecil makin membuat buku ini jadi lama untuk dibaca, tapi ternyata karena cerita yang seru dan perasaan gue yang udah baper duluan waktu baca buku ini, buku ini hanya selesai dalam 1 hari dan berakhir dengan nangis tersedu-sedu.

Cerita dari buku ini cukup sederhana, tentang seorang gadis berumur 26 tahun bernama Louisa Clark yang kerap disapa Lou. Lou selalu tahu berapa langkah dari rumah ke tempat kerjanya, bekerja di tempat yang paling dia sukai karena dapat bertemu orang-orang baru yaitu The Buttered Bun Tea Shop sebagai pelayan. Kehidupannya biasa-biasa saja, punya pacar seorang atlit, pulang ke rumah untuk berbincang-bincang dengan keluarganya, dan itu dilakukan setiap hari sampai akhirnya Lou dipecat karena Café tempatnya bekerja tutup.

Frustasi dalam mencari pekerjaan membuat Lou mau untuk bekerja sebagai asisten pribadi orang lumpuh, siapa disangka bahwa pria lumpuh itu masih muda dan tampan bernama Will Trainor, yang keluarganya tinggal di kastil tak jauh dari rumah Lou. Will adalah pria sukses dalam karirnya dan selalu berambisius, menyukai segala aktifitas di luar ruangan dan berbahaya, sampai akhirnya Will mengalami kecelakaan fatal yang membuatnya lumpuh dari leher hingga kaki dan disebut Quadriplegia.

Keadaan ekonomi keluarga Lou memaksa Lou untuk selalu bekerja banting tulang dan membuatnya harus bertahan bersama Will, dimana Will selalu bersikap menjengkelkan setiap saat dan terang-terangan tidak menyukai kehadiran Lou. Will tidak boleh ditinggal sendiri lebih dari 15 menit, setiap beberapa jam Will harus diberi obat, tidak boleh terlalu kedinginan atau kepanasan, harus diberi makan dan minum sesuai waktu. Keadaan menjadi baik karena kehadiran Lou yang ceria mampu mencairkan sikap Will yang keras. Sayangnya, Lou hanya dipekerjakan selama 6 bulan, lalu kenapa hanya 6 bulan? Kemunculan adik Will, Georgiana mengungkapkan kenyataan pahit untuk kehidupan Will selanjutnya.



Berbicara tentang karakter, pembaca pasti setuju bahwa kita akan iba pada Will juga Lou, Lou sebagai wanita yang masih muda dan bersemangat, harus stuck di kota-nya, tidak dapat melanjutkan sekolah karena harus membanting tulang bekerja, mempunyai pacar selama 7 tahun yang sepertinya tidak ingin melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang serius cukup membuat Lou tahu bahwa selamanya Ia dan Patrick hanya berjalan di tempat. Sedangkan Will, pria muda yang berambisius namun akhirnya harus selalu duduk di kursi roda karena penyakit yang dideritanya. Ini semua membuat Will menjadi tidak bersemangat dalam hidup, Will selalu merindukan kehidupan lamanya dan berujung seringnya melakukan percobaan bunuh diri.

Perjalanan kisah mereka semakin kompleks saat mereka akhirnya merasakan jatuh cinta, namun kisah mereka tidak berakhir sesuai dengan apa yang pembaca mau dan semua sepaham untuk menyalahkan Will dengan tindakan egoisnya yang tidak memikirkan Lou, namun disinilah Jojo Moyes berharap bahwa pembaca juga harus mengerti penderitaan yang dialami Will, perlahan-lahan pengarang menjelaskan proses penderitaan Will dan mengapa Will mengambil keputusan yang menyakitkan untuk orang tuanya serta Lou sendiri. Walau, gue banyak berharap ada satu-dua bab yang dijelaskan dari sudut pandang Will.

Sudah banyak spoiler dan cerita mengenai film serta buku ini, tetapi menurut gue buku ini harus dibaca dan akhirnya bisa menyimpulkan sendiri apakah setuju dengan endingnya atau tetap tak percaya seperti yang gue lakukan :D

Judul Buku : Me Before You (Sebelum Mengenalmu)
Pengarang: Jojo Moyes
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman: 656 Halaman
Penerjemah: Tanti Lesmana
Segmen: Dewasa
Genre: Drama, Realistic Fiction, Romance
Harga: Rp 98.000 (diskon 20%) sekarang Rp. 128.000 L
Pereview : Vanda Deosar